Website Resmi Dinas Perdagangan Pemerintah Kota Mataram
slider1
Smart City

Pemkot Mataram Gelar Bimtek Tahap I Gerakan Menuju 100 Smart City

Perkembangan Kota Mataram menarik minat pemerintah bersama kalangan pengusaha Kota Pekalongan, Jawa Tengah untuk menjadikan ibukota Provinsi NTB ini sebagai tujuan memasarkan produk-produknya. Jumat (1/3), rombongan misi dagang Kota Pekalongan diterima Wakil Walikota Mataram H Mohan Roliskana didampingi Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan Kota Mataram, Wartan di ruang Kenari Kantor Walikota.
Dalam sambutannya, Wakil Walikota Mataram H Mohan Roliskana mengapresiasi pilihan Pemkot Pekalongan dengan mengunjungi Kota Mataram dalam suatu agenda misi dagang. Dikatakannya, agenda seperti ini menjadi sesuatu yang harus menginspirasi Pemkot Mataram. Karena kegiatan-kegiatan serupa belum pernah dilaksanakan secara khusus untuk misi dagang ke luar daerah. ‘’Yang sudah dilaksanakan selama ini sifatnya mengikuti pameran skala nasional. Khusus misi dagang akan coba kami agendakan kedepan,’’ kata H Mohan.
Melalui misi dagang semacam ini, lanjut dia, menjadi wahana strategis untuk mengeksplorasi potensi masing-masing daerah. Pelaku UMKM Pekalongan bisa memperluas jaringan pemasaran di Kota Mataram, sebaliknya pelaku UMKM di Kota Mataram juga bisa belajar bagaimana menggembangkan bisnis perbatikan. Diketahui, Kota Mataram juga sedang merintis usaha batik yang diberi nama batik Sasambo dan batik Mentaram.
Sementara itu, Wakil Walikota Pekalongan H Ahmad Alf Arslan Djunaid SE menjelaskan, kunjungan mereka kali ini guna mencari jaringan sekaligus memperluas pemasaran produk-produk UMKM Kota Pekalongan. Misi dagang ini dirangkai dengan kegiatan pemeran di Mataram Mall mulai Jumat (1/3) hingga Senin (4/3) mendatang. ‘’Harapannya masyarakat Kota Mataram bias mengunjungi dan membeli produk-produk dari Pekalongan,’’ katanya.
Dijelaskannya, Kota Pekalongan dengan jumlah penduduk 298 ribu lebih penduduk, hampir 70 persennya bermata pencaharian sebagai pengusaha home industry pembatikan maupun kerajinan tangan lainnya. Kota ini juga dijuluki kota batik dan telah memiliki program pekan batik internasional di tahun genap serta pekan batik nasional di tahun ganjil. ‘’Tujuan pekan batik itu untuk memasarkan batik ke seluruh nusantara hingga internasional,’’ terangnya.
Pada kedatangannya kali ini, Pemkot Pekalongan membawa 18 pelaku UMKM yang akan memasarkan produk-produk batiknya di Mataram Mall. ‘’Sebagian besar penduduk Kota Pekalongan memang berjiwa i entrepreneurship atau senang berdagang, utamanya dagang batik,’’ kata H Ahmad. (mataramkota.go.id)

Leave a Reply

Search